Koran Cirebon ( Kota Cirebon ), Polemik dan masalah serius di dalam Kraton Kasepuhan Cirebon sampai saat ini belum berakhir , bahkan Sidang di Pengadilan Negeri antara Penggugat dari Kubu Raden Raharjo Djali dan tergugat Kubu PRA Luqman Zulkaedin masih seru dan sudah sampai pada penghadiran saksi saksi, hari ini rabu 30 Maret 2022 kembali Kubu Raharjo menghadirkan 3 orang saksi.
Dalam persidangan yang berlangsung kondusif Kubu Raharjo menghadirkan para saksi diantaranya:Panji yang merupakan Kerabat dari Mertasinga Kabupaten Cirebon. H.Abdul Hayi berasal dari Pondok Pesantren di daerah Pangenan Kabupaten Cirebon. Didi yang merupakan warga sekitar Keraton Kasepuhan Cirebon dan ketiganya telah diambil sumpah oleh Hakim Ketua.
Dalam penyaksiannya Panji merupakan saksi pertama mendapatkan beberapa pertanyaan dari pengacara Raharjo seputar Maklumat Bersama dan ia mampu menjawab, bahkan pertanyaan dari Hakim Ketua pun mampu dijawabnya.
Namun saat ditanya oleh Dani Sofiandi SH.MH Kuasa Hukum dari PRA Luqman Zulkaedin perihal berapa luas ruang lingkup tanah Kasepuhan,panji seolah kebingungan dan menjawab tidak tahu dan saat ditanya apakah tau tentang tanah yang dijual kembali. Panji seperti susah menjawab dan dia hanya mengatakan hanya mendengarkan kabar, bahkan ketika ditanya oleh Hakim Anggota siapa Sultan Kasepuhan yang di kenal oleh umum dia pun sangat bingung untuk menjawab dan terkesan melantur jawabannya.
Saksi Kedua H.Abdul Hayi yang merupakan Pengurus Ponpes Gedongan Kabupaten Cirebon merasa terpanggil untuk ikut membantu menyelesaikan Problema yang ada, dan beliau kembali dihujani pertanyaan dari kubu Raharjo perihal polemik yang terjadi di dalam Keraton tapi beliau mampu menjawab meski singkat.
Abdul Hayi mengaku dekat dengan Alm.Sultan PRA Arief yang merupakan Ayahanda dari PRA Luqman Zulkaedin,dan menurut Abdul Hayi Polemik sudah mulai tampak saat peringatan 40 hari Alm.Sultan Arief.
Abdul Hayipun menilai bahwa kegiatan religius atau marwah religius di Keraton seperti pengajian sudah tidak ada, namun saat ditanya oleh Dani perihal kedekatannya dengan Alm.Sultan Arief dan mengakui atau tidak bahwa Alm.Sultan Arief Adalah Sultan.Abdul Hayi terlihat sangat kebingungan dan menjawab kenal dengan Alm.Sultan Arief karena beliau Ketua KNPI Kota Cirebon dan saat ditanya apakah PRA Luqman adalah Sultan, Abdul Hayi seolah tak mau menjawab ia hanya mengatakan Alm.Sultan Arief punya 2 orang anak.
Lalu kembali Dani menanyakan siapa saja anak Alm.Sultan Arief, Abdul Hayi pun jawab tidak tau jadi nilai kedekatannya dimana, bahkan saat ditanya masalah perbuatan melawan hukum yang dilakukan PRA Luqman.Abdul Hayi menjawab tidak tahu, yang dia tahu hanya Nilai Religius di Keraton Kasepuhan Cirebon sudah tidak ada.
Saksi terakhir adalah Didi yang merupakan warga sekitar dan merupakan ketua RT di wilayah tersebut,hanya mendapatkan sedikit pertanyaan dan mampu dijawab hingga sidang selesai.
Namun saat media meminta komentar kepada Roni salah satu masyarakat yang mengikuti sidang ia menjawab " saksi pertama dan kedua dari Kubu Raharjo dinilai keteteran saat menjawab pertanyaan dari Kuasa Hukum PRA. Luqman ". dan ia pun berharap agar Polemik ini segera Berakhir.pungkasnya. ( Prayoga )
Post A Comment: