
Musim kemarau yang berkepanjangan juga dapat menyebabkan suatu wilayah kering, karena cadangan air tanah habis akibat penguapan, transpirasi dan penggunaan oleh manusia.
Kondisi kekeringan yang parah dapat mengakibatkan kehilangan sumber pendapatan, akibat gagal panen atau kematian. Dalam kesempatan patroli tersebut Danru patroli Aipda Rian menyampaikan kepada penjaga pintu ai untuk mencegah dan mengatasi bencana kekeringan, dapat dilakukan upaya-upaya berikut ini:

1.Reboisasi dan Penghijauan – Meski reboisasi dan penghijaun memiliki arti berbeda, namun keduanya memiliki kesamaan dalam penanaman pohon sebagai upaya memperbaiki alam sehingga tanah dapat menyimpan air.
2.Pembuatan Waduk atau Bendungan – Upaya yang dapat dilakukan oleh pemerintah beserta masyarakat adalah membuat bendungan atau waduk sebagai penampungan cadangan air baik untuk keperluan irigasi serta sehari-hari.
3.Menghemat Air – Penggunaan air sesuai kebutuhan harus dijadikan kebiasaan masyarakat, karena air memiliki peranan penting untuk kehidupan.
4.menjaga sumber air dengan tidak membuang sampah dialiran air.

Dijelaskan juga oleh Kombes Pol Asep Saepudin S.I.K ,"Setiap manusia membutuhkan sedikitnya 50 liter air untuk minum, masak, mencuci, untuk sanitasi dan untuk bertumbuhnya tanaman pangan setiap hari. Agar survivalitas tetap terjaga dan pertanian tetap bisa diusahakan, tak ada cara lain, kita harus lebih hemat dan lebih arif menggunakan air, menanam sesuai iklim, mengelolanya secara adil, menjaga sumber-sumber air dengan mempertahankan luasan catchment area (hutan, dll), dan memberi kesempatan banyak air larian masuk ke tanah". Kegiatan ini juga adalah Bentuk Bakti Brimob kepada masyarakat yang selalu hadir ditengah masyarakat untuk memberikan rasa aman dan nyaman.
(Suwandi.Aji)
Post A Comment: