
Kepala UPT PUPR Kecamatan Banyuresmi, H. Indriayna Rahayu, S.Sos ketika dikomfirmasi menjelaskan terkait pekerjaan irigasi, pekerjaan itu bukan paket pembangunan tetapi Swakelola pemeliharan tanggul atau Tembok Penahan Tanah (TPT) saluran irigasi teknis yang sudah ada dalam Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA), Ucapnya.
Pekerjan itu baru dilaksanakan selama 5 Hari, dikerjakan oleh 5 Orang, panjang pekerjaan 20 m3, semantara ini bahan matrial baru dikirim batu satu dam truk (1.dt), pasir satu dam truk (1.dt) dan semen 20 sak. Mengingat lahan dipagar pemilik lahan untuk penyimpanan bahan matrial secara bertahap. Tuturnya.

Adapun tujuan pemeliharaan itu adanya peninggian dan pemerataan dengan jalan, untuk kenyamanan pejalan kaki dan pengendara motor yang melewati.
Begitupun dengan adanya peninggian Tembok Penahan Tanah (TPT) yang berada di sebalahnya nanti, agar tidak terjadi longsor dimusim penghujan yang dapat mengganggu saluran air irigasi.
Lanjut H. Indriyana dikarenakan luas pertanian hampir 800 Hektare dari 4 Desa; baik Desa Bagendit, Binakarya, Banyuresmi dan Desa Karyasari, semua sawah menggunakan air irigasi.

Begitupun kami berharap untuk sama-sama bisa menanam padi, bagi pengelola air irigasi harus adil dan bergiliran karena semua masyarakat petani sangat membutuhkan, untuk mengairi sawah. Ujarnya.
Salah satu pengawas Rudi Rakmat menambahkan pekerjaan yang sedang dilaksanakan memiliki Panjang 20.m3, Lebar 40 Cm, dan Tinggi 70 Cm sampai 1 M.
Terkait pekerja yang melaksanakan kami melibatkan warga setempat yang sudah biasa bekerja sebagai pekerja bangunan. Pungkasnya.
(Beni/Asih Mintarsih).
Post A Comment: