
Bahkan Dosen pengampu mata kuliah Dewi Hastuti mengatakan" Praktik ini diikuti oleh 13 kelompok dengan total 104 mahasiswa untuk mengolah menjadi berbagai macam jenis olahan makanan,yang Pengembangannya dari Agro Industri Pedesaan merupakan program yang akan rutin dilakukan mahasiswa Faperta Unwahas,yang mengambil mata kuliah Ekonomi Agro Industri bertujuan meningkatkan kompetensi mahasiswa, khususnya didalam aspek pengetahuan dan ketrampilan mengembangkan agro industri,” ujarnya.
Dari hasil pengolahan berupa tepung mokaf dan olahannya juga mendapat apresiasi yang sangat baik dari Wakil Rektor III Dr. Andi Purwono, yang membuka acara pameran hasil- hasil praktikum ekonomi agro industri.

Karena Tepung mokaf bukan hal yang baru akan tetapi kenyataannya belum banyak diketahui oleh masyarakat luas, karena bisa dilihat dari sulitnya mendapatkan tepung mokaf di sekitar kita,tapi berbeda dengan tepung terigu yang hampir di setiap warung tersedia,” jelasnya.
Kegiatan Acara tersebut dihadiri oleh Dekan Fakultas Pertanian Lutfi Aris Sasongko, Ketua Penjaminan Mutu Unwahas Rita Dwi Ratnani dan Ketua Program Studi Manajemen Yulaekhah Ariyanti, yang saat itu Menanggapi acara tersebut
Sebab ketiganya menyatakan bahwasannya beliau sangat mengapresiasi para mahasiswa Faperta
Unwahas yang telah mengolah dan menampilkan berbagai bentuk olahan tepung mokaf dengan beragam variasi, mulai tepung mokaf dengan pewarna dari buah dan sayur, ada tepung mokaf berwarna merah, hijau, kuning dan putih. Sedangkan olahannya berupa pizza mini, cookies okra, bananugget, mie mokafin aja, mokaf asyieek, Almond cookies, pangsit mokaf, klepon rainbow dan banyak olahan lainnya.

Ketua BEM Faperta Unwahas Surya Bakti mengatakan"kesuksesan acara pameran produk tepung mokaf dan olahannya di kampus mendapat perhatian dan dukungan dari BEM Faperta Unwahas untuk disosialisasikan dan dikenalkan pada masyarakat melalui program Pengabdian Masyarakat di SMP IT Cendekia Sampangan, Gajah Mungkur, Kota Semarang pada hari Sabtu 1/ 2/ 2020.
Karena pengabdian masyarakat melalui acara bazar dengan menampilkan 13 stan untuk produk unggulan dari tepung mokaf,dan Acara ini sekaligus untuk praktek pemasaran produk mahasiswa dengan target konsumen remaja adalah siswa siswa setingkat sekolah menengah pertama dan guru guru di sekolah tersebut.
“Bazar dimulai jam 8 pagi dan menjelang jam 12 dikarenakan banyaknya produk yang sudah habis terjual,maka acara bazar terpaksa ditutup lebih cepat dari waktu yang telah direncanakan, “ ujarnya.
(Red)
Post A Comment: